Jalur Alas Roban Kilometer 15, Kisah Makan di Warung Gaib

Jalur Alas Roban (Jejak Misteri YouTube)
Jalur Alas Roban (Jejak Misteri YouTube)
0 Komentar

SEMARANG-Jalur Alas Roban adalah salah satu jalur jalan tanjakan yang cukup curam yang berada di Kabupaten Batang, Jawa Tengah. Jalur ini menghubungkan Kota Batang dan Semarang dan merupakan bagian dari Jalur Pantura.

Alas Roban, terkenal menjadi tempat angker dan seram. Banyak pengendara yang melewati jalan ini sering diganggu oleh penampakan misterius. Seseorang dengan akun Twitter bernama @baryoism menceritakan pengalaman sopirnya saat melintasi Alas Roban.

Dilansir berita.radarcirebon.com dari channel Youtube Jejak Misteri.

https://twitter.com/baryoism/status/1301238060231794688?s=20

https://www.youtube.com/watch?v=fAwQeAM-AKQ

Sekira 2005, sebuah keluarga berencana untuk mudik ke Jakarta dan lewat jalur Alas Roban. Untuk menghindari kemacetan, mereka berangkat pada sore hari dari arah Secang, jalur Pantura. Sepanjang perjalanan, mereka merasa aman dan tidak ada kendala apapun.

Baca Juga:Tutup Usaha Panti Pijat, Kwik Kian Gie Ingat DosaRektor Universitas Paramadina Meninggal Dunia

Sekira pukul 21.00 WIB, mereka mulai memasuki wilayah Alas Roban. Saat itu jalanan sangat sepi dan tidak ada satupun kendaraan yang lewat padahal jalur Alas Roban adalah jalur yang besar. Karena jalannya naik turun dan berkelok-kelok, mobil keluarga itu dijalankan dengan kecepatan rendah.

“Tiba-tiba mobil yang ditumpangi keluarga tersebut menabrak sesuatu dan menimbulkan suara yang cukup keras. Mereka turun dan memeriksa kondisi mobil namun ternyata tak ada apapun” kata channel Jejak Misteri dalam videonya.

Suasana saat itu cukup mencekam hingga membuat satu mobil terdiam. Setelah melewati beberapa tikungan, mereka melihat ada warung pecel lele di bawah pohon. Mereka pun turun dan makan di warung untuk melepas ketegangan sekaligus mengisi perut mereka yang keroncongan.

Sebelum masuk ke warung, salah seorang dari keluarga tersebut tidak sengaja menyenggol pasak penunjuk kilometer yang berada di samping warung yang dengan jelas tertulis angka 15 namun tidak terjadi apa-apa.

“Setelah semua masuk warung, tiba-tiba ada seorang wanita yang berdiri di jalan masuk. Padahal dari tadi tak ada siapapun. Semuanya mencoba tenang seakan tidak ada apa-apa,” katanya.

Setelah makan selesai, sekeluarga pun kembali ke mobil untuk melanjutkan perjalanan. Lagi-lagi ada salah satu dari mereka yang menyenggol tiang penanda kilometer di samping warung tersebut dan tetap tidak terjadi apa-apa. Mereka pun masuk ke dalam mobil dan melanjutkan perjalanan hingga sampai Jakarta.

0 Komentar