Jelang Pelantikan Presiden, Suasana Senayan Mirip Shooting Film Perang

Jelang Pelantikan Presiden, Suasana Senayan Mirip Shooting Film Perang
Suasana kompleks parlemen kini dipenuhi dengan personel aparat keamanan gabungan. Baik dari TNI maupun Polri juga Paspamres. (Miftahul aly/JawaPos)
0 Komentar

JAKARTA-Minggu, 20 Oktober 2019, MPR akan melantik presiden dan Wakil Presiden, Joko Widodo-KH Ma’ruf Amin di Kompleks Parlemen. Segala macam persiapan pun dilakukan. Tak terkecuali soal pengamanan yang tidak seperti biasanya.

Dari pantauan Jawapos.com di lapangan, suasana kompleks parlemen kini dipenuhi dengan personel aparat keamanan gabungan. Baik dari TNI maupun Polri. Ada yang berpakaian dinas, tapi tidak sedikit pula yang mengenakanbaju sipil. Begitu pun anggota Pasukan Pengamanan Presiden (Paspampres) yang kini sudah mulai banyak terlihat di Senayan.

Kendaraan taktis dan kendaraan tempur lapisa baja pun sudah banyak parkir di dalam kawasan gedung DPR/MPR. Mulai dari Barracuda, Water Canon, Motor Trail dan sejumlah truk pengangkut pasukan.

Baca Juga:Periode BaruJelang Pelantikan, Listrik Gedung DPR Padam Dua Kali

Bahkan, terpantau beberapa Panser Anoa parkir di dekat lokasi pelantikan presiden dan wapres terpilih 2019-2024. Selain itu, beberapa helikopter juga terbang mengitari kawasan Kompleks Parlemen dan sekitarnya sejak pagi.

Diperkirakan ada ratusan Anggota Polri dan TNI sudah beberapa pekan terakhir banyak menginap di kawasan kompleks parlemen. Ada yang menginap di tenda-tenda yang sudah didirikan. Ada juga yang di aula umum masjid dan sebagian lagi di kawasan parkiran.

“Ini kompleks parlemen atau kompleks aparat ya?, kaya mau shooting film perang aja,” ujar Yanti, 31, pegawai kantin di pujasera DPR yang setiap harinya keluar masuk kompleks parlemen itu.

Soal, akses keluar masuk ke gedung juga diperketat. Petugas Pamdal DPR memberlakukan screening yang lebih ketat. Tidak sedikit driver ojek online yang akhirnya tidak boleh masuk untuk mengambil penumpang. Mereka hanya dipersilakan menunggu di gerbang kecil yang ada dibelakang kompleks parlemen.

“Kali ini semuanya digeledah, tas, jaket, bagasi motor, jadi enggak gampang asal masuk ke gedung DPR,” ujar Qardavi rekan Jurnalis Rakyat Merdeka yang biasa meliput di parlemen itu.

Soal akses dan pengalihan arus lalu lintas di sekitar kawasan Kompleks Parlemen. Polda Metro Jaya juga memberlakukan sejumlah penutupan jalan. Akses ke Jalan Gelora atau belakang Kompleks Parlemen dari Jalan Palmerah Timur, Tanah Abang, Jakarta Pusat sudah ditutup. Pengendara dari Jalan Palmerah Timur yang hendak ke Jalan Gelora, dialihkan ke Jalan Tentara Pelajar.

0 Komentar