SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA
BerandaNasionalLarangan Ekspor Migor, Pemerintah Peduli Rakyat

Larangan Ekspor Migor, Pemerintah Peduli Rakyat

Screenshot 2022 05 19 07 47 24 99

JAKARTA-Akibat kelangkaan pasokan minyak goreng di tanah air, akhirnya mulai tanggal 28 April 2022, Presiden Joko Widodo melarang ekspor produk minyak sawit mentah atau crude palm oil (CPO), minyak sawit merah atau red palm oil (RPO), palm oil mill effluent (POME), serta refined, bleached, deodorized (RBD) palm olein dan used cooking oil untuk batas waktu yang tidak ditentukan.

Menyikapi kelangkaan minyak goreng di tanah air usai kebijakan penetapan harga eceran tertinggi (HET) diberlakukan, Ketua DPR-RI Puan Maharani mengatakan, persoalan minyak goreng yang berkepanjangan dapat berpengaruh terhadap ketertiban umum yang berdampak luas.

“Pelarangan sementara ekspor minyak goreng ini menunjukkan keberpihakan yang kuat dari pemerintah untuk memprioritaskan kepentingan rakyat. Oleh sebab itu, setiap pelanggaran yang terjadi akan ditindak dengan tegas. Pemerintah akan tegas menindak siapa saja yang melanggar keputusan tersebut,”katanya.

Baca Juga3 Pelatih Ini Diinginkan Bobotoh Gantikan Robert Albert Latih PersibTerungkap Isi Chat Putri Candrawathi saat Brigadir Joshua Ulang Tahun

Menurut Puan, pelarangan ekspor minyak sawit ini tentu saja berdampak sangat besar pada perekonomian global, mengingat Indonesia adalah negara pengekspor minyak sawit terbesar di dunia.

“Tahun lalu saja (2021) nilai ekspor minyak sawit Indonesia mencapai USD 35,5 Milyar dari penjualan global 26,9 juta ton minyak sawit dengan pasar terbesarnya adalah China yakni 4,7 juta ton, Uni Eropa sebesar 4,0 juta ton, India sebesar 3,03 juta ton dan Pakistan 1,6 juta ton. Awalnya dunia berharap Indonesia dapat menjadi stabilisator harga di pasar minyak goreng dunia yang terganggu akibat pasokan minyak biji bunga matahari dari Ukraina dan Russia terhenti karena perang dua negara tersebut,”ujarnya.

Baca JugaSiapapun Lawan di Semifinal AFF, Timnas U-16 SiapAda Agnez Mo sampai Jhonny Iskandar di Synchronize Fest 2022

Sedangkan pemasok besar lainnya, lanjut Puan, adalah negara Kanada yang sayangnya sedang mengalami gagal panen biji bunga matahari akibat cuaca yang ekstrim.

“Cuaca ekstrim juga mengganggu panen dan produksi subtitusi minyak goreng lainnya yang berbahan baku dari kacang kedelai asal negara-negara Amerika Selatan. Jadilah harga minyak sawit naik sejalan dengan kelangkaan minyak biji bunga matahari tersebut dan harga pasar dunia yang naik menggiurkan ini dimanfaatkan oleh para usahawan minyak sawit untuk menggenjot ekspor mereka seraya melupakan keamanan suplai pasar domestik,”ucapnya.

Disebutkan Puan, akibat pelarangan ekspor minyak sawit Indonesia ini terjadi gelombang kekacauan pada rantai suplai mulai dari rumah tangga, usaha makanan, restaurant hingga industri global khususnya industri turunan yang menggunakan minyak sawit sebagai bahan bakunya.

Baca JugaSiapapun Lawan di Semifinal AFF, Timnas U-16 SiapTerungkap Isi Chat Putri Candrawathi saat Brigadir Joshua Ulang Tahun

“Minyak goreng hilang di supermarket dan pasar tradisional. Restaurant dan bisnis makanan mulai dari Inggris, India hingga ke Korea Selatan yang menggunakan minyak goreng tampak K.O. terkena pukulan telak dua kali yakni pandemi Covid 19 dan langkanya minyak goreng. Perusahaan-perusahaan farmasi dan sabun serta jenis perusahaan lainnya yang berbahan baku minyak sawit di China tampak mengurangi produksinya,”sebutnya.

Ditambahkan Puan, naiknya harga minyak goreng mempengaruhi kenaikan di segala sektor dan pada akhirnya menyumbang angka Inflasi global.

“Sebagai negara penghasil minyak sawit terbesar di dunia Indonesia mempunyai potensi penguasaan sumber energi bahan bakar diluar energi fossil minyak bumi. Minyak sawit telah menjadi primadona sumber Biofuel masa depan. Oleh karena itu, kelangkaan minyak goreng yang terjadi di tanah air dan dunia harus kita anggap bukan sebagai malapetaka atau ironi negara produsen minyak goreng terbesar, akan tetapi sebagai pemanasan untuk perbaikan regulasi dan tataniaga sekaligus tatakelola dari hulu ke hilir pertanian dan industri minyak sawit sang juara dunia,”pungkasnya. (unu)

ADVERTISING
SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA

Rekomendasi untuk Anda

Berita Lainnya