SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA
BerandaKesehatanMengungkap Penyebab Kematian Mantan Stafsus SBY

Mengungkap Penyebab Kematian Mantan Stafsus SBY

Prof. Firmanzah, Ph.D (paramadina.ac.id/)
Prof. Firmanzah, Ph.D (paramadina.ac.id/)

JAKARTA-Rektor Universitas Paramadina Firmanzah meninggal dunia hari ini, Sabtu (6/2/2021) pagi. Salah satu dosen Paramadina, Hendri Satrio mengatakan, berdasarkan kabar pihak keluarga, almarhum sempat mengalami vertigo sebelum meninggal dunia.

Firmanzah adalah mantan Staf Khusus (Stafsus) Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) Bidang Ekonomi.

Ternyata, keluhan awal gejala awal vertigo perlu diwaspadai saat menggerakkan kepala, berdasarkan keterangan ahli neurologi dr Ilan Danan.

Baca JugaPersib Belum Tentukan Pengganti Rene AlbertPembawa Baki Paskibraka Nasional 2022 adalah Dewa Ayu Firsty

Dia menjelaskan, hal ini dideskripsikan oleh pasien sebagai sensasi berputar di ruangan atau benda di sekitar mereka seperti terus bergerak.

Selain pusing, gejala vertigo awal umumnya, yaitu; mual, keringat berlebihan, dan muntah.

Baca JugaSukses Bawa Timnas U-16 Indonesia Juara Piala AFF U-16 2022, Bima Sakti Ajukan Permohonan ke PSSIElon Musk Telah Beli Manchester United?

Selain gejala vertigo awal, seperti dilansir dari laman Healthline, penyebab umum vertigo biasanya dipicu beberapa hal seperti berikut:

Benign paroxysmal positional vertigo (BPPV), penyebab paling umum dari vertigo. Gejala vertigo ini menciptakan sensasi singkat yang intens seperti berputar atau bergerak. Kondisi ini dipicu oleh perubahan cepat gerakan kepala.

Vertigo akibat migrain yang dapat berlangsung beberapa menit hingga beberapa jam.

Baca JugaPelatih Budiman Bawa Persib Koleksi Tiga AngkaAda Agnez Mo sampai Jhonny Iskandar di Synchronize Fest 2022

Infeksi virus pada saraf vestibular, yang disebut neuritis vestibular dapat menyebabkan gejala vertigo konstan dan intens.

Penyakit meniere, yaitu saat cairan menumpuk di telinga bagian dalam, menyebabkan vertigo mendadak yang berlangsung selama beberapa jam.

Stres dapat memperburuk gejala vertigo awal, namun bukan penyebab utamanya.

Baca JugaElon Musk Telah Beli Manchester United?Farel Prayoga: Di Hati Ini Hanya ada Pak Jokowi

“Tetapi stres berat dapat meningkatkan risiko stroke, yang dapat menyebabkan vertigo,” kata asisten profesor di Department of Hygiene and Epidemiology Muscle and Brawn, dr Dimitar Marinov.

dr Danan mengatakan, pengobatan gejala vertigo awal tergantung pada penyebabnya.

“Untuk meredakan gejala, terapi rehabilitasi vestibular serta obat-obatan. Seperti meclizine selama ini telah terbukti efektif.

dr Marinov mengatakan bahwa meclizine adalah antihistamin atau sekelompok obat yang digunakan untuk mengobati alergi.

Baca JugaFarel Prayoga: Di Hati Ini Hanya ada Pak JokowiSukses Bawa Timnas U-16 Indonesia Juara Piala AFF U-16 2022, Bima Sakti Ajukan Permohonan ke PSSI

Obat itu juga efektif dalam mengobati mabuk perjalanan atau gejala vertigo awal yang disebabkan oleh penyakit meniere.

Namun, pada lansia, efek samping dari obat tersebut dapat menyebabkan kebingungan bahkan amnesia.

Perlu diketahui, jika ingin mengonsumsi obat untuk meredakan gejala vertigo awal agar mendiskusikannya dengan ahli medis, supaya diberikan penanganan yang sesuai dengan kondisi kesehatan. (*)

ADVERTISING
SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA

Rekomendasi untuk Anda

Berita Lainnya