970x250

Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir Iran Target Mossad

116161291 gettyimages 91157537
PLTN Iran di Natanz menjadi 'target operasi rahasia Israel'. (Getty Images)

INSIDEN pembunuhan Mohsen Fakhrizadeh, muncul analisis bahwa ia perlu “dihilangkan untuk melemahkan program nuklir Iran”. Ia hanya digambarkan sebagai ilmuwan dan peneliti yang terlibat dalam proyek pemerintah “untuk menemukan alat tes Covid-19”. Demikian dilaporkan BBC Mundo berjudul La implacable guerra encubierta contra el programa nuclear de Irán., dikutip berita.radarcirebon.com, Senin (4/1).

Yang jelas, Fakhrizadeh adalah ilmuwan Iran kelima yang tewas dibunuh dalam 10 tahun terakhir.

Sebelumnya, pada Januari 2010, ledakan pada bom yang dipasang di sepeda motor menewaskan ilmuwan bernama Masoud Alimohammad. Ia diyakini terlibat dalam program nuklir Iran.

Pada November 2010, bom yang dipasang di pintu mobil membuat ilmuwan nuklir Majid Shahriari terbunuh. Pada hari yang sama, rekannya dan sesama ilmuwan, Fereydoon Abbasi, mengalami luka serius dalam insiden serupa.

Pada Juli 2011, ahli fisika ditembak dan tewas di depan rumahnya.

Dan pada Januari 2012, ilmuwan bernama Mostafa Ahmadi Roshan tewas dalam ledakan bom.

Baca:

Mohsen Fakhrizadeh, Ilmuwan Nuklir Terkemuka Iran Dibunuh di Dekat Teheran

Dibalik Pembunuhan Ilmuwan Nuklir Iran

Disebut Israel Otak Program Nuklir Iran, Siapa Sosok Mohsen Fakhrizadeh?

Siapa pelaku pembunuhan lima ilmuwan Iran ini? Hingga sekarang tidak ada yang mengaku bertanggung jawab.