Terbang 1 Jam, Helikopter Berlogo BNPB Terpaksa Mendarat Darurat di Kampung Benyom Jaya I Nimbokrang

Helikopter UP-MI815 terpaksa mendarat darurat akibat cuaca buruk/Ist
Helikopter UP-MI815 terpaksa mendarat darurat akibat cuaca buruk/Ist
0 Komentar

PAPUA-Sebuah Helikopter Jenis MI-8MTV dengan Nomor Registrasi UP-MI815 yang take off dari Bandara Advent Doyo Baru Sentani dengan tujuan Mimika terpaksa mendarat di kampung Benyom Jaya I Nimbokrang setelah terbang kurang lebih 1 jam, Minggu (7/2).

Baca:

Kapolres Jayapura, AKBP Victor Dean Mackbon melalui Kapolsek Nimbokrang, Ipda Priyono, saat dikonfirmasi membenarkan terjadi pendaratan darurat salah satu helikopter di wilayahnya.

“Berdasarkan keterangan dan informasi yang kami peroleh, helikopter tersebut take off pada pukul 09.00 WIT dari lapangan terbang Advent dengan tujuan Timika. Setelah menempuh penerbangan sekitar kurang lebih 1 jam pilot menerima informasi dari Bandara Timika bahwa cuaca tidak mendukung untuk melanjutkan perjalanan, sehingga helikopter mengubah rute untuk mendarat kembali ke Doyo Baru,” ungkapnya, dikutip Kantor Berita RMOLPapua, Senin (8/2).

Baca Juga:Abu Vulkanik Gunung Raung, Bandara Banyuwangi DitutupJakarta Siaga, Simak Kondisi Pintu Air

Lanjut Priyono, helikopter pun kembali memutar arah ke daerah Distrik Nimbokrang untuk mencari lokasi pendaratan yang aman.

Helikopter sempat akan mendarat darurat di ladang Kampung Benyom Jaya II. Namun karena kondisi tanah yang gembur akhirnya helikopter kembali mencari tempat pendaratan di Lapangan Sepak Bola Kampung Benyom Jaya II.

Sayang, saat mendarat tanah lapangan amblas karena tidak dapat menahan beban helikopter.

Helikopter baru bisa melakukan pendaratan darurat di lapangan sepak bola di Blok D Kampung Benyom Jaya I. Hingga saat ini helikopter masih berada di lapangan sepak bola Distrik Nimbokrang.

Berdasarkan informasi yang diterima kepolisian dari Dirut Perusahaan Initrade Persada Nusantara Satya Graha Utama, apabila cuaca mendukung helikopter akan kembali terbang pada Senin pagi ini (8/2). (*)

0 Komentar