Ad 970x250

Geger, Pengantin Perempuan Ditelanjangi Keluarga Mempelai Pria untuk Tes Keperawanan

Pengantin perempuan di Uzbekistan mendapat perlakukan kurang sopan dari keluarga mempelai pria yang memaksanya tes keperawanan setelah resepsi. (foto: Newsbeezer)
Pengantin perempuan di Uzbekistan mendapat perlakukan kurang sopan dari keluarga mempelai pria yang memaksanya tes keperawanan setelah resepsi. (foto: Newsbeezer)

UZBEKISTAN-Seorang pengantin perempuan mendapat perlakuan tidak sopan dari keluarga pengantin pria setelah acara pernikahan selesai. Keluarga pengantin pria menelanjangi pengantin perempuan untuk tes keperawanan. Peristiwa ini terjadi di kota Urgench, wilayah Khorezm, Uzbekistan.

Laporan media lokal yang dilansir Корреспондент.net, pada Jumat (2/12/2020) menyebut alasan penelanjangan itu, karena para kerabat menduga keperawanan si gadis sudah terenggut sebelum menikah.

Sebuah video menunjukkan gadis muda tak bercelana itu dikerumuni para saudara dari keluarga suaminya, dan memantik kecaman di media sosial. Video itu diambil oleh bibi pengantin pria.

Pernikahannya digelar dengan tradisi Uzbek, dan awalnya semua berjalan mulus. Namun setelah acara selesai tiba-tiba keluarga mempelai pria menuduh si gadis tidak perawan dan untuk mengeceknya mereka memeriksa alat kelamin gadis itu.

Di cuplikan video digambarkan pengantin wanita itu ditidurkan di ranjang dan dilepas celananya. Anggota keluarga yang memeriksa kebanyakan perempuan. Gadis itu sempat melawan dan marah, tapi tak berdaya menahan dan akhirnya membiarkan pakaiannya dilucuti.

Saat pemeriksaan si gadis menutupi wajah dengan kedua telapak tangannya dan menangis. Tak hanya itu, dia juga dikata-katai oleh keluarga pengantin pria karena ditudung tidak menjaga keperawanannya sebelum menikah. Tidak ada satu orang pun yang membelanya termasuk suaminya sendiri, dan si gadis pun terus menangis.

Setelah tes keperawanan selesai, gadis itu memakai celananya lagi lalu duduk di pojokan sembari menangis dan menahan sakit. Menurut kesaksian ayah tiri pengantin wanita, menantunya sempat memerkosa anaknya tapi keluarga mereka baru mengetahuinya setelah pernikahan.

Ayahnya juga mengatakan, keluarga mempelai pria meminta keluarga pengantin wanita membiayai pernikahan sebesar 50 juta som Uzbekistan (Rp 68 juta). Bagi keluarga pengantin wanita itu adalah jumlah yang besar terlebih mereka sedang terlilit persoalan finansial.

Keluarga mempelai wanita tidak menyanggupinya, dan keluarga pengantin pria mengunggah video di media sosial untuk mengolok-olok mereka.

Menurut laporan media setempat, keluarga pengantin wanita telah melaporkan kasus ini ke polisi dengan dakwaan fitnah, melecehkan pengantin wanita, dan merendahkan martabat.

Polisi kota Urgench pun langsung mengamankan orang-orang yang terlibat kejadian itu dan sedang melakukan penyelidikan.

Warganet di media sosial menanggapi insiden ini dengan beragam reaksi. Ada yang bilang itu hanya akal-akalan untuk memeras keluarga pengantin wanita, dan sangat aneh untuk mengurusi keperawanan orang yang menikah. (*)

Tag: