Ad 970x250

Krasnaya Zvezda: 3.600 Pesawat Tempur dan 1.300 Pesawat Mata-Mata Asing Dekati Perbatasan Rusia

Presiden Rusia Vladimir Putin dan Menteri Pertahanan Sergei Shoigu menghadiri upacara penghargaan negara untuk personel militer yang bertugas di Suriah, di Moskow, Rusia, pada tanggal 28 Desember 2017. (Foto: Sputnik/Kremlin via REUTERS/Alexei Druzhinin)
Presiden Rusia Vladimir Putin dan Menteri Pertahanan Sergei Shoigu menghadiri upacara penghargaan negara untuk personel militer yang bertugas di Suriah, di Moskow, Rusia, pada tanggal 28 Desember 2017. (Foto: Sputnik/Kremlin via REUTERS/Alexei Druzhinin)

MOSKOW-Hanya beberapa hari setelah Wakil Panglima Angkatan Udara Rusia membuat klaim yang berani bahwa lebih dari 1.300 pesawat pengintai udara asing telah beroperasi di dekat perbatasan Rusia tahun ini, surat kabar resmi Kementerian Pertahanan Rusia Krasnaya Zvezda melaporkan, ada tambahan 36 pesawat asing yang melakukan penerbangan serupa selama seminggu terakhir.

Menurut Tass, infografik surat kabar tersebut menunjukkan bahwa sekitar 30 pesawat mata-mata asing bersama dengan enam kendaraan udara tak berawak (UAV)/drone tambahan telah melakukan pengintaian udara di sepanjang perbatasan negara Rusia dalam seminggu terakhir.

Penerbangan oleh pesawat mata-mata asing itu dilacak oleh stasiun radar Rusia, dan tidak ada pelanggaran perbatasan negara Rusia yang diizinkan, menurut Kementerian Pertahanan Rusia.

Surat kabar itu juga melaporkan, dua jet tempur Rusia dikerahkan selama seminggu untuk mencegah pelanggaran wilayah udara Rusia. Tidak disebutkan jenis pesawat Rusia apa yang dikirim untuk melacak dan mengawal pesawat asing tersebut, tetapi dalam beberapa pekan terakhir, jet tempur Sukhoi Su-27 telah dikerahkan.

Ini termasuk salah satu pesawat yang mencegat pesawat pengintai RC-135 Angkatan Udara AS di atas perairan netral Laut Hitam, saat pesawat itu mendekati wilayah udara kedaulatan Rusia.

“Sebuah jet tempur Su-27 dari unit pertahanan udara Distrik Militer Selatan yang bertugas, dikerahkan untuk mengidentifikasi target udara dan untuk mencegahnya dari pelanggaran perbatasan negara Federasi Rusia,” ungkap Pusat Kontrol Pertahanan Nasional Rusia dalam sebuah pernyataan minggu ini, dikutip The National Interest.

Rusia pasti mengawasi pesawat yang telah terbang di atas perairan Baltik, Barents, dan Laut Hitam di dekat perbatasan Rusia barat, serta di atas Laut Jepang dan Pasifik Barat hingga Timur Jauh Rusia.

“Pasukan peringatan pertahanan udara mendeteksi dan melacak lebih dari 1,5 juta pesawat, termasuk sekitar 3.600 pesawat tempur asing, dan lebih dari 1.300 pesawat mata-mata,” papar Wakil Panglima Angkatan Udara, Letnan Jenderal Andrei Yudin, dalam wawancara dengan surat kabar Kementerian Pertahanan Krasnaya Zvezda pada Jumat (4/12).

Menurut Yudin, pesawat tempur Rusia dari pasukan siaga reaksi cepat pertahanan udara itu dikerahkan lebih dari 170 kali untuk mencegat pesawat asing di dekat perbatasan Rusia.

Infografis dari Krasnaya Zvezda juga menyoroti bahwa pesawat tambahan (termasuk pesawat tempur multiperan Su-35S, pesawat angkut militer Il-76MD-90A, dan pembom tempur supersonik Su-34) telah dikirimkan berdasarkan rencana pengadaan pertahanan Rusia.

Walau jet tempur Su-27 kemungkinan dapat melanjutkan perannya untuk melacak dan mengawal pesawat asing yang mendekati wilayah udara Rusia, ada kemungkinan pesawat Su-35S dan Su-34 yang lebih baru dapat segera mengambil tugas tersebut.

Su-35 terbaru memasuki produksi serial pada 2007, dan mesin Saturnus AL-41F1S yang mumpuni mendukung supercruising, atau kemampuan untuk mempertahankan penerbangan supersonik tanpa menggunakan afterburner.

Itu bisa memungkinkannya untuk “menangkap” sebagian besar pesawat pengintai dengan relatif mudah. Meskipun hal itu tidak mungkin membuat Amerika Serikat atau kekuatan NATO lainnya menghentikan patroli semacam itu di perairan netral, situasinya pasti bisa menjadi lebih “menarik”, catat The National Interest. (*)

Tag: