Ad 970x250

Pidato Presiden Jokowi untuk Peringatan Hari HAM, yang Like Hanya 629, yang Dislike (Tidak Suka) Mencapai 20 Ribu

Jepretan Layar 2020 12 11 pukul 17.12.31

JAKARTA-Pemerintah memiliki komitmen besar terhadap penghormatan, perlindungan, dan pemenuhan hak asasi manusia (HAM) yang merupakan pilar penting bagi Indonesia yang beradab, tangguh, dan maju. Pemerintah juga selalu berupaya untuk menuntaskan masalah HAM masa lalu secara bijak dan bermartabat.

Demikian disampaikan Presiden Joko Widodo dalam sambutannya secara virtual untuk Peringatan Hari Hak Asasi Manusia sebagaimana ditayangkan di kanal YouTube Sekretariat Presiden pada Kamis, 10 Desember 2020. Presiden mengajak seluruh pihak untuk bekerja sama demi kemajuan bangsa.

Yang menarik, Presiden Joko Widodo dalam sambutannya secara virtual untuk Peringatan Hari Hak Asasi Manusia sebagaimana ditayangkan di kanal YouTube Kemitraan Indonesia bertajuk ‘Presiden Republik Indonesia Dalam Rangka Peringatan Hari HAM Sedunia Tahun 2020’ dan ditayangkan live tanggal 9 Desember 2020, dengan 6 point janji di hari HAM sedunia itu, menuai ‘dislike’ (tidak disukai) hingga 19 Ribu, sedangkan yang ‘like’ (suka) hanya 629, Jumat (11/12).

Warganet menanggapi dingin hari HAM Sedunia dan pidato Presiden Jokowi tersebut. Tampaknya hari HAM Sedunia tidak begitu menarik bagi warganet. Tidak banyak yang menanggapi soal hari HAM apalagi soal pidato janji Presiden Jokowi.

Dalam pidatonya Jokowi sama sekali tidak menyinggung tewasnya enam anggota laskar Front Pembela Islam (FPI) yang ditembak mati polisi yang terjadi beberapa hari sebelumnya, Senin (7/12).

Yang disoroti Jokowi malah masalah kebebasan beribadah yang terjadi di beberapa daerah di Indonesia.

“Saya dengar masih ada masalah kebebasan beribadah di beberapa tempat, untuk itu saya minta agar aparat, pemerintah pusat, pemerintah daerah secara aktif dan responsif untuk menyelesaikan masalah ini secara damai dan bijak,” kata Jokowi dalam pidatonya yang disiarkan secara langsung online di berbagai platform, Kamis (10/12/2020).

Wakil Ketua MPR, Hidayat Nur Wahid memberi kritiknya soal hari HAM sedunia 10 Desember 2020 ini. Menurutnya hari HAM sedunia harusnya memberi perhatian kepada tewasnya 6 Laskar FPI.