Ad 970x250

YouTube dan Gmail Down, Begini Penjelasan Google

google 1 768x441 1

JAKARTA-Cukup membuat resah bagi pengguna layanan online seperti Youtube, Google, dan Gmail, Calendar, Drive, hingga Workspace di seluruh dunia, Senin (14/12).

Karena, terjadi kendala akses saat pengguna akan berselancar untuk mengekspresikan kreativitasnya. Ini memengaruhi pengguna di seluruh dunia.

Di Indonesia, insiden ini mulai dirasakan pada sore hari. Status dashboard Google sendiri menunjukkan bahwa permasalahan layanannya mulai terjadi pada pukul 11.55 GMT, atau pukul 18.55 WIB.

Dari sisi pengguna, situs-situs layanan Google umumnya menunjukkan keterangan Error 500, yang mengindikasikan bahwa server tidak bisa memenuhi permintaan akses dari pengguna. Keterangan Error 500 menunjukkan bahwa server tidak bisa mendefinisikan secara spesifik tentang kesalahan yang sedang terjadi.

Google dengan cepat mengembalikan layanan mereka dan pada pukul 19.31 WIB, sebagian besar layanan sudah bisa diakses oleh penguna.

Gmail menjadi layanan yang mengalami kendala paling lama. Namun, ia sudah bisa diakses lagi mulai pukul 20.56 WIB.

“Kami meminta maaf atas ketidaknyamanan yang terjadi, dan terima kasih atas kesabaran serta dukungan Anda pada kami,” demikian tulis Google di situsnya.

“Percayalah bahwa Google sangat memprioritaskan stabilitas sistem, dan kami terus membuat berbagai pembenahan agar sistem ini berjalan dengan lebih baik.”

Hingga kini belum ada penjelasan dari Google sendiri mengenai apa yang menyebabkan matinya layanan selama puluhan menit tersebut.

Ketika gangguan layanan YouTube terjadi di jam pulang kantor di Indonesia, di belahan bumi yang lain gangguan dirasakan pada tengah hari. Di Eropa, disrupsi ini terjadi ketika kantor-kantor masih beroperasi. Akibatnya, banyak bisnis yang tidak mampu mengakses layanan cloud, dan jutaan pengguna tak mampu mengakses data pribadi mereka.

Dengan lebih dari 4 juta pengguna yang rela merogoh kocek untuk layanan G-Suite, Google menjadi salah satu penyedia layanan cloud paling populer di dunia. Hal ini menjadi semakin vital ketika banyak orang terpaksa bekerja dari rumah di tengah pandemi COVID-19.

Google terakhir kali mengalami gagal akses semacam ini pada 20 Agustus lalu, demikian disampaikan laman Digit. Kala itu pengguna tak bisa mengakses akun Gmail mereka, dan banyak perusahaan mati kutu karena tak bisa menggunakan sejumlah aplikasi kerja buatan Google. (*)