Ad 970x250

BNPB Catat 872 Orang Jadi Korban Gempa Bumi Mamuju dan Majene

Er1Zdb U0AAUaah
Tim SAR yang melakukan proses pencarian 2 orang korban di RS Mitra Manakarra yang runtuh akibat gempa (Basarnas)

JAKARTA – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat 872 orang menjadi korban gempa bumi di Kabupaten Mamuju dan Majene. Meski, sebegian besar korban hanya mengalami luka-luka.

Baca:

Fakta-fakta Gempa Majene 14 Januari 2021, Bongkahan Batu Tutup Jalan Trans Sulawesi

Gempa Mamuju: Jauhi Area Pantai, BMKG Ingatkan Potensi Gempa Susulan Lebih Besar

BMKG Ingatkan Potensi Gempa Susulan Picu Tsunami di Sulbar

“46 orang meninggal dan 826 orang luka-luka,” ucap Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Raditya Jati dalam keterangannya, Sabtu, 16 Januari.

Raditya merinci, untuk korban di Kabupaten Mamuju sebanyak 226 orang. Ratusan korban itu terdiri dari 37 orang meninggal dunia dan 189 orang luka berat. Untuk lokasi pengungsian di Kabupaten Mamuju ada di 5 titik tepatnya di Kecamatan Mamuju dan Kecamatan Simboro.

Sedangkan di Kabupaten Majene tercatat 646 orang menjadi korban. Bahkan, akibat gempa tersebut sebanyak 15 ribu orang terpaksa mengungsi.

“Korban di Majene sebanyak 9 orang meninggal dunia, 12 orang luka berat, kurang lebih 200 orang luka sedang, dan sekitar 425 orang luka ringan,” kata dia.

“Ada 10 titik pengungsian (sekitaran Majene) Desa Kota Tinggi, Desa Lombong, Desa Kayu Angin, Desa Petabean, Desa Deking, Desa Mekata, Desa Kabiraan, Desa Lakkading, Desa

Lembang, Desa Limbua di Kecamatan Ulumanda dan Kecamatan Malunda serta Kecamaran Sendana,” sambung dia. (*)