Ad 970x250

Benarkah Ada Mistis, di Balik Kata ‘Ambulance’ Ditulis Terbalik Menjadi ‘Ecnalubma’?

viral iringan puluhan ambulans bawa korban tewas bus masuk jurang di sumedang fURl1zblDh
Foto: IG @aslisumedang

BERITA-Respon kecelakaan maut di Wado, Kabupaten Sumedang yang korbannya didominasi oleh warga Subang, Dinas Kesehatan Kabupaten Subang sudah mengerahkan 20 unit ambulance untuk membawa jenazah rombongan peziarah tersebut. dari Rumah Sakit Sumedang dan Puskesmas Wado.

“Kami turut berduka cita yang sangat mendalam atas musibah kecelakaan yang menimpa rombongan peziarah asal Cisalak Subang dan kita dari Dinas Kesehatan Kabupaten Subang sekitar pukul 20.00 WIB sudah mengerahkan 20 mobil Ambulance menuju ke Rumah Sakit Sumedang” ujar dr.Maxi dilansir dari pasundan.jabarekspres.com (group sumeks), Rabu (10/3).

Menurut Maxi, 20 Ambulance tersebut nantinya akan membawa para korban baik yang selamat maupun yang meninggal.

“Ambulance kita kerahkan untuk membawa korban yang meninggal dan yang selamat baik dalam keadaan luka ringan maupun luka berat kita akan usahakan jalani perawatan di Subang” katanya.

Jika fokus memperhatikan, ada yang aneh tidak Seperti, kenapa kata “ambulance” ditulis terbalik menjadi “ecnalubma”? Memangnya tidak bisa ditulis normal saja?

Setelah diusut, dikutip dari berbagai sumber, tak ada alasan mistis dibalik penyusunan terbalik dari kata ‘AMBULANCE’. Hal itu sengaja dilakukan, supaya pengendara yang melaju di depannya, bisa membaca tulisan tersebut dengan mudah melalui kaca spion.

Baca: Inilah Laporan Badan Geologi Soal Gerakan Tanah Cimanggung, Sumedang

Seperti yang kita ketahui, sifat kaca spion sama seperti cermin datar pada umumnya, yakni maya dan memantulkan bayangan terbalik. Sehingga, kata ‘AMBULANCE wajib dituliskan dari belakang, supaya pantulannya merefleksikan kata sebenarnya.

Baca: Pakar ITB Ingatkan Potensi Bahaya Longsor Susulan di Sumedang

Penulisan ‘AMBULANCE’ terbalik pun agaknya sudah menjadi standar di berbagai belahan dunia. Sebab, di beberapa film, kita sering menjumpai hal yang demikian. Metode itu pun sebenarnya terbukti berhasil, lantaran bunyi sirine saja kadang tak membuat kendaraan di depannya menyingkir untuk memberikan jalan.

Jadi, mereka harus diberitahu melalui pantulan di kaca spion, bahwa bunyi sirine itu berasal dari mobil prioritas yang sedang mengantar seseorang yang membutuhkan pertolongan. (*)