Ad 970x250

Aliran Sesat Hakekok, Begini Pengakuan Peserta Ritual di Kebun Sawit

PicsArt 03 11 07.02.49
Video Viral 16 Warga Lakukan Ritual Sesat dengan Telanjang Bulat, Ini Kata Polisi (Foto Tangkap Layar Video Instagram)

BERITA-Sebuah video yang menunjukkan sebuah kegiatan ritual sesat yang dilakukan oleh 16 orang yang terdiri dari dan wanita, dengan telanjang bulat di kebun sawit.

Baca: Video: Ritual Sesat 8 Pria 5 Wanita 3 Anak-anak Bugil di Kebun Sawit

Diketahui video yang bikin geger itu terjadi di wilayah Kabupaten Pandeglang Selatan. Tepatnya Kp Pemukiman, Desa Karangbolong, Kecamatan Cigeulis, pada Kamis (11/03/21).

https://www.instagram.com/p/CMSAUvojvFg/?utm_source=ig_web_copy_link

Diketahui, ritual aliran sesat bernama Hakekok itu dilakukan di penampuangan air PT GAL, di tengah perkebunan kelapa sawit di Desa Karangbolong, pada pukul 10.00 WIB, Kamis (11/3/2021) pagi.

Dalam pemeriksaan petugas kepolisian, para peserta ritual mengakui mereka melakukan ritual aliran yang disebut dengan ajaran Hakekok.

https://www.instagram.com/p/CMSItw_j_vU/?utm_source=ig_web_copy_link

Dilansir dari Kantor Berita RMOLBanten, dari keterangan para peserta ritual, aliran Hakekok ini dibawa oleh seorang warga berinisial A. Warga ini mengaku murid pemimpin ajaran tersebut yang berasal dari Cibungbulang, Kabupaten Bogor.

Mereka mandi di salah satu tempat yang disebut-sebut sebagai situ atau embung air milik salah satu perusahaan Sawit yang ada di Kabupaten Pandeglang.

Video yang berdurasi kurang dari satu menit itu, sekelompok warga tampak sedang duduk berjejer rapih dan seolah sedang mengikuti ritual aneh.

Dalam video berdurasi 27 detik itu, perekam video yang  belum diketahui identitasnya ini, mengatakan bahwa aliran apa ini, sambil terus merekam adegan mandi tersebut.

“Aliran naon ie,” selorohnya sambil terus merekam dengan ponsel pintarnya.

Paska beredarnya video dan foto tersebut, aparat dari kepolisian dari Polres Pandeglang langsung mengamankan 15 orang yang berada dalam video dan satu orang berinisal A (54) yang diduga sebagai pemimpin kelompok tersebut.

Pengamanan ke 16 orang itu, dilakukan aparat kepolisian sebagai bentuk langkah antisipasi  pihak kepolisian terhadap kejadian yang tidak diinginkan.

“Jadi untuk sementara ini, 16 orang sudah kami amankan dan sedang kita periksa di ruang Reskrim untuk dilakukan  penyelidikan,” ungkap Wakapolres Pandeglang, Komisaris Polisi Riki Crisma Wardana saat menggelar press rilis di Halaman Mako Polres Pandeglang, pada Kamis (11/3) sore.

Riki Crisma Wardana mengungkapkan, bahwa berdasarkan informasi yang dhimpunnya, bahwa pimimpin kelompok yang melakukan ritual mandi bareng itu, diduga menganut ajaran Balaka Sutak yang mengadopsi  ajaran Hakekok yang dibawa oleh seseorang berinisal E yang saat ini sudah meninggal dunia.

“Untuk ajarannya mengadopsi dari ajaran Hakekok yang dibawa oleh almarhum saudara E dan diteruskan kepada saudara “A” ini dengan ajaran Balaka Sutak,”bebernya panjang lebar.

Riki Crisma, meminta kepada masyarakat Pandeglang untuk tetap tenang dan tetap mempercayakan kepada pihak berwenang mengenai kelompok yang menggelar ritual mandi bareng tersebut.

Karena sampai dengan saat ini, jajarannya tengah melakukan penyelidikan. Bahkan pihak kepolisian  akan segera berkoordinasi dengan Majelis Ulama Indonesia (MUI) dan Badan Koordinasi Pengawasan liran Kepercayaan dan Keagamaan (BAKORPAKEM) Pandeglang.

“Nanti, kami akan sampaikan kepada masyarakat mengenai kelompok ini. Karena kami sedang melakukan pemeriksaan dan besok kami akan rapat dengan bakorpakem dan MUI Pandeglang, nanti kita lihat keputusannya apakah aliran sesat atau tidak,” pungkasnya. (*)