Ad 970x250

Total Rugi Nasabah CSI Rp1,3 Triliun, Kapan Cair?

pt csi

BERITA-Pengembalian dana nasabah Cakrabuana Sukses Indonesia (CSI) hingga kini masih terganjal. Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Kabupaten Cirebon Hutamrin SH MH berusaha menuntaskan ini.

Ada puluhan aset yang perlu dilelang. Juga ada dalam bentuk uang tunai. Hutamrin menegaskan, persoalan CSI menjadi pekerjaan rumah yang menjadi prioritas untuk dituntaskan.

Baca: Apa Kabar CSI? Ini Info Terbaru dari Kejari Cirebon

“Kami berusaha terutama penyelesaian aset-asetnya. Harus diselesaikan karena berkaitan dengan banyak orang,” ujar Hutamrin, saat Talk Show di Warkop Waw Radar Cirebon.

Diungkapkan dia, total kerugian nasabah mencapai Rp 1,3 triliun. Sementara aset CSI dalam bentuk uang tunai, nilainya sekitar Rp 27 miliar. Juga ada sedikitnya 53 aset berupa tanah, bangunan dan lainnya.

Disadur dari laman kemenkeu.go.id, Anggota Komisi XI DPR RI H Satori berharap KPKNL Cirebon segera melelang aset Cakrabuana Sukses Indonesia (CSI) yang diperkirakan mencapai Rp50 miliar, agar membantu masyarakat yang menjadi korban penipuan investasi bodong.

“Menurut informasi, total kerugian secara nominal sekitar Rp1,6 triliun. Sementara aset CSI hanya sekitar Rp50 miliar, semoga KPKNL Cirebon segera menerima berkas permohonan lelang dari Kejaksaan Negeri Kabupaten Cirebon,” ujar Satori pada Senin (9/3) di Ruang Multimedia Center KPKNL Cirebon, Jawa BArat.

Anggota DPR RI dari Daerah Pemilihan (Dapil) Jawa Barat VIII (Kota Cirebon, Kabupaten Cirebon, dan Kabupaten Indramayu) tersebut, mengatakan apa yang diperbuat CSI itu sungguh merugikan masyarakat. Bukan hanya kerugian materiil, melainkan juga non materiil dimana beberapa nasabah bahkan ada yang bercerai, jatuh sakit, bahkan meninggal dunia.

Persoalan CSI sudah berkekuatan hukum (inkrah) berdasarkan  putusan Pengadilan Negeri Sumber, dimana memang ada aset-aset CSI yang disita oleh Kejaksaan. Aset-aset tersebut berupa uang di bank, kemudian aset bergerak, dan aset tidak bergerak. “Bukan hanya lelang UU Hak Tanggungan, KPKNL juga melayani lelang eksekusi rampasan Kejaksaan, lelang Barang Milik Negara maupun Daerah,” ujarnya.

Sementara, dikutip dari laman kejari.cirebonkab.go.id, bertempat di Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang (KPKNL) Cirebon telah dilaksanakan lelang eksekusi terhadap barang rampasan Kejari Kabupaten Cirebon secara e-Auction dalam kasus investasi ilegal PT. CSI atas nama terpidana terpidana H. Iman Santoso, ST dkk.

WhatsApp Image 2020 07 07 at 13.22.111
Foto: Dokumen Kejari Cirebon Kabupaten

Satgas Waspada Investasi (WSI) telah memblokir 206 fintech lending yang bermasalah yakni pusat pinjaman online pada Oktober 2020. Dengan data tersebut maka sejak 2018 hingga Oktober 2020 satgas waspada investasi telah menghentikan sebanyak 2.923 pinjaman online ilegal.

Menurut data dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) yang dirangkum berita.radarcirebon.com, perkiraan total kerugian dari 2009 hingga 2019 akibat investasi bodong mencapai Rp92 triliun.

Ketua Satgas Waspada Investasi Tongam L Tobing mengatakan, penyebab utama maraknya investasi bodong karena banyak masyarakat yang mudah tergiur dengan bunga tinggi.

Beberapa kasus investasi bodong yang menyebabkan kerugian hingga triliunan rupiah seperti, kasus Pandawa Group yang menyebabkan kerugian hingga Rp3,8 triliun dan memakan 549ribu korban. Selain itu, ada pula kasus empat penyedia jasa travel umroh yang memakan 164.757 korban dan menyebabkan kerugian hingga Rp3,04 triliun.

Tak sampai di situ, kasus Dream Freedom yang ditangani oleh Pengadilan Negeri Jakarta Selatan merugikan 700 ribu korban dengan total kerugian mencapai Rp3,5 triliun. Ada pula kasus Cakrabuana Sukses Indonesia di Cirebon yang merugikan 170 ribu korban dengan total kerugian mencapai lebih dari Rp1 triliun. (*)