Ad 970x250

Pemakaman Pasutri Pelaku Bom Bunuh Diri di Gereja Katedral Makassar Tergenang Air, Hujan 30 Menit

pemakaman bomber makassar
Jenazah Lukman (L) dan istrinya Yogi Sahfitri Fortuna (YSF) yang merupakan pelaku bomber Gereja Katedral Makassar dimakamkan pada Pemakaman Umum, Kampung Data, Kelurahan Pallantikang, Kecamatan Baru, Maros, Sulsel.

BERITA-Pemakaman suami istri (Pasutri) pelaku bom bunuh diri di Gereja Katedral, Makassar berlangsung Senin malam (29/3) pukul 18.30 WITA. Kuburannya sempat tergenang air karena hujan turun sekitar 30 menit.

Jenazah Lukman (L) dan istrinya Yogi Sahfitri Fortuna (YSF) yang merupakan pelaku bomber Gereja Katedral Makassar dimakamkan pada Pemakaman Umum, Kampung Data, Kelurahan Pallantikang, Kecamatan Baru, Maros, Sulsel.

Baca: Teror Makassar, Gus Yaqut Prediksi Aksi Pengebom Bunuh Diri Tidak Dilakukan Tunggal

Kedalaman air pada liang lahat melebihi mata kaki, namun para petugas pemakaman tetap memakamkan keduanya di sebelah makam ayah Lukman.

Pada proses pemakman ini sempat diwarnai isak tangis sejumlah keluarga yang hadir. Karena mereka tidak menyangka pelaku Lukman maupun istrinya Yogi Sahfitri Fortuna alias Dewi, terlibat dalam Jaringan Teroris Jemaah Ansharut Daulah (JAD).

Sebelumnya, kedua jenazah dibawa dengan menggunakan dua ambulans milik Rumah Sakit Bhayangkara Makassar dengan pengawalan ketat aparat bersenjata lengkap, Senin (29/3/2021) malam. Kedua pelaku diketahui bernama Lukman dan Yogi Shafitri Fortuna.

Baca: Kapolda Sulsel Duga Bom di Depan Gereja Katedral Makassar Berjenis High Explosive

Proses pemakaman yang dimulai tepat saat petang itu juga dihadiri ibu pelaku dan sejumlah keluarganya. Dengan menggunakan dua peti, mereka dimakamkan pada satu lubang besar tepat di sisi makam orangtua Lukman.

Sejak kecil, pelaku atas nama Lukman sudah ikut dengan ibunya tinggal di Makassar saat bapaknya meninggal dunia pada 2000 dan dimakamkan di kampung itu.

“Jadi informasi warga ini adalah kampung orang tuanya. Tidak tinggal di sini. Sejak kecil sudah tinggal di Makassar bersama ibunya,” kata Kabagops Polres Maros Kompol Muh Jazardi, Senin.

“Proses pemakamannya berlangsung aman. Yang terlibat itu dari Brimob Polda Sulsel, Satsabhara Polres Maros dan dari Polsek. Ada juga tadi Pak Camat dan Pak Danramil,” sambungnya.

Lukman bersama Yogi baru menikah sekitar 7-8 lalu. Sebelum menikah, Lukman bekerja di salah satu vendor pengisian uang mesin ATM di Makassar.

Namun, setelah menikah, ia berhenti dan tidak diketahui lagi pekerjaannya. Istrinya sendiri diketahui aktif ikut dalam pengajian di rumah tersangka teroris yang mati tertembak di Villa Mutiara Cluster Biru, Makassar.

“Lahirnya juga di Makassar, tapi sempat tinggal sama bapaknya di sini. Nah pas bapaknya meninggal, ia masih kecil itu dibawa sama ibunya ke Makassar. Nah, pas itu kita tidak tahu lagi,” kata ketua RW setempat, Muzakkar.

Mendengar pelaku aksi bom bunuh diri di Gereja Katedral Makassar ternyata masih kerabatnya, Muzakkar mengaku kaget dan tidak percaya. Namun, setelah banyak polisi yang datang, ia pun akhirnya percaya.

“Yah awalnya saya kaget waktu dengan informasinya begitu. Nah, pas banyak polisi yang datang dan sampaikan ke saya begitu. Barulah saya percaya. Yah mudah-mudahan diterima di sisi Allah,” ujarnya. (pojoksatu)