970x250

Dua Wajah Baru Indonesia Antara Bangkit atau Bangkrut , Kebangkitan Nasional Itu Sudah Nyaris Hilang

911d32f0 0c84 4088 a43c d7ea74fb8c01

BERITA-Jika ada pertanyaan , “Apakah Saudara saat ini masih mengaku sebagai warga negara Indonesia yang baik dan bertanggung jawap?”

Sudah menjadi isu keprihatinan nasional jika Kita sudah tidak bisa mampu untuk menjawap dan berfikir ke depan dengan menyajikan bayangan seperti apa peran dan serta kita sebagai bagian warga negara yang baik dan benar.

Kita sudah kebingungan dan mungkin sudah tidak tahu bagaimana harus menjawap berkaitan nasionalisme dan patriotisme, apakah masih ada melekat pada kita dan segenap komponen bangsa saat ini. Bisa jadi Level presiden pun punya keraguan cara menjawap pertanyaan ,wujud dari stagnasi cara berfikir ,terjadi blunder serta ancaman kegagalan berfikir untuk masa depan .

Sudah saatnya ‘Pemimpin Negara” saat ini wajib dan harus ada ketegasan dan penegasan yang mengharuskan semua komponen negara wajib dan berdiri tegak untuk loyal berbakti terhadap bangsa negaranya. Jika pemimpin tidak sanggup bersumpah dan berikrar kesetiaan harusnya segera mundur .

Jangan sampai pemimpin tersebut hanyalah seorang boneka atau petugas partai. Pemimpin negara bukanlah broker property yang sengaja menjual aset bangsa , pemimpin negara bukan berfungsi sebagai broker kedaulatan meloper kedaulatan bangsanya di jual ke tangan asing.

Pilar kebangsaan yakni Patriotisme dan Nasionalisme nyaris bubar , hilangnya semangat kebangsaan dan tidak ada ruangan untuk mempertahankan nasionalisme . Wujud nyata kebangkitan nasional dari waktu ke waktu sudah buyar dan terancam punah. Membicarakan nasionalisme bagaikan ‘Tong kosong nyaring bunyinya”.

Pertunjukkan kebangkitan nasional hanya sebatas seremonial dan dijadikan jargon politik kekinian. Rupanya banyak calon pemimpin nasional saat ini yang sedang manggung mengolah frase “kebangkitan nasional untuk mendapatkan ketenaran dan simpati publik.

Akhirnya jika disimpulkan, kemerosotan kebangsaan akibat minimnya keteladanan nasional saat ini sebagai sumber penyakit mental para pemimpin . Lemahnya inspirasi diri serta cara berfikir,bagaimana bertanggung jawap akan tugas dan fungsinya sebagai pemimpin . Penyakit yg disebutkan sebagai hambatan besar untuk menuju Indonesia bangkit. Krisis Keteladanan nasional sedang melanda bangsa ini.

Cara dan menjalankannya kehidupan berbangsa dan negara telah dipenuhi dan dilumuri kemunafikan dan kebohongan berkelanjutan ,sambung menyambung dan saling menutupi dosa dan kebobrokan. Tumpukan kesalahan yang telah dilakukan rezim ke rezim .Sepertinya berbagai bencana keterpurukan akan mempercepat dan tinggal menunggu waktu bubarnya Bangss Indonesia dari peta dunia.

Hari ini ,20 Mei 2021 bangsa Indonesia akan memperingatinya sebagai Hari Kebangkitan Nasional. Hiruk pikuk dan kamuflasenya merayakan dengan euforia membandingkan masa lalu. Padahal sangat beda kenyataan bagaimana pahlawan dengan jiwa dan raganya sebagai marwah dirinya untuk menunjukkan totalitas perjuangan kemerdekaan untuk Indonesia merdeka.

Sangat jauh beda bagaimana saat ini pemimpin menunjukkan totalitas dalam mengisi kemerdekaan dan mempersembahkan dirinya untuk bangsa negara.

Hari ini juga , sejarah memberitakan untuk selalu mengingatkan keteladanan sikap heroik para pahlawan kita dalam fase pembentukan embrio Bangsa Indonesia . Semangat dan pengorbanan pahlawan kita yang tercurahkan secara total , iklas dan berkelanjutan demi terbentuknya NKRI dari belenggu penjajahan . Fokus utama mereka adalah bagaimana menciptakan semangat kebangsaan dan nasionalisme untuk mewujudkan kemerdekaan RI.

Perjuangan dengan motor penggerak pemimpin nasionalis sejati telah melahirkan buah manis dengan lahirnya embrio NKRI pada tanggal 17 Agustus 1945 . Bung Hatta dan Bung Karno adalah pahlawan Nasional yang telah berhasil menunjukkan totalitas nilai -nilai kebangkitan bangsa yang terukir dengan diraihnya kemerdekaan abadi bagi segenap bangsa dalam bingkai NKRI.

Kemerdekaan Indonesia sepenuhnya di raih dengan semagat,kucuran darah para pahlawan dan perjuangan panjang .Mereka berhasil menjadi keutuhan segenap bangsa . Kita ditugaskan untuk mengisi dan melanjutkan perjuangan cita- cita bangsa menuju keadilan dan kemakmuran bagi segenap bangsa Indonesia .

Kontek kebangkitan nasional yang ada dan dihadapi saat ini secara makna sama dengan semangat dan inspirasi para pendiri bangsa. Perbedaan terletak pada kenyataan perubahan kondisi dan situasi ,tantangan dan resiko serta keperpiihakan masyarakat sebagai pelakunya.

Banyak hal disebutkan sebagai nilai kebangkitan yang diharapkan saat ini tentunya mengalami pergeseran tujuan baik subjek dan objek yang akan menjadi sasaran akhir.

Memulai memetakan apa saja yang menjadi landasan bangsa ini untuk menjadi titik acuan memulai “Indonesia Bangkit” . Kelahiran Indonesia baru ditengah modernisasi dan transformasi global yang menjadi area dan tantangan perubahan serius dan mrjadi tantangan khusus untuk menjadikan Indonesia berbeda.

Segenap bangsa saat ini terlahir dan kemudian harus dihadapkan beban dan tanggung jawab serius yang harus. dipertanggung jawabkan kepada para pendiri Bangs ini.

Seperti apa wujud kebangkitan Indonesia baru , dan bagaimana meraihnya,siapa aja yang ikut bertanggung jawab ?

Banyak beban sejarah pahit yang terus dibuat okeh karena om pemimpin Bangs ini dari waktu ke waktu. Ketika bangsa ini baru lahir , sejarah awal NKRI banyak diwarnai pengkhianatan oleh pelaku elite penguasa dan juga intervensi asing yang tetap menginginkan NKRI tidak terwujud dan lenyap .Berbagai semangat menuju Indonesia bangkit mengisi kemerdekaan mengalami pasang surut dengan hambatan dan tantangan intetnal dan eksternal.

Tindakan yang mengarah disintegrasi Bangsa dengan banyaknya pemberontakan dalam tubuh anak bangsa seperti pemberontakan oleh PKI ,DI/ TI, Permesta ,perpecahan pendapat para elite Bangsa dan juga kembalinya penjajah Belanda di Indonesia . Perjuangan dan pertaruhan nilai nilai kebangsaan kembali diuji dan harus terlewatinya.

Rupanya sejarah berlanjut dengan dinamika perubahan terus bergulir. Lahirlah sejarah baru dari masa ke masa, orde lama ke orde baru dan berakhirnya orde baru setelah ditumbuhkannya melalu gerakan sosial politik ” reformasi ‘ tahun 1998 .

Gerakan reformasi ssbagai ledakan sosial dan politik untuk meraih cita cita dan pembangunan Indonesia baru dalam semangat reformasi. Nilai kebangkitan Nasional paska reformaai adalah mewujudkan tatanan baru dalam banyak aspek kehidukan,

Banyak hal subtansi dasar kebangsaan yang dirubah, mengalami amandemen dan disetujuinya perubahan tersebut dalam semangat juang reformasi untuk menata ulang negara,mewujudkan kerangka baru untuk kehidukan berbangsa dan bernegara sekaligus bagian penegakkan pilar demokrasi terbaharukan .

Berselang 23 tahun dekade reformasi berjalan dan berlaku, Rezim saat ini yang diklaim sebagi hadiah dari elite bangsa penggagas reformasi,apakah mampu menorehkan semangat kebangkitan bangsa telah dimiliki pada pendiri bangsa ? Bagaimana mungkin Indonesia akan bangkit krmbali pada saat ini dan mendatang?

Kebangkitan bangsa saat ini jauh lebih kalah dengan Semanggi kebangkitan kapitalis. Kehisukan berbangsa dan bernegara Jatuh dan dikendalikan kekuasaan oligarki. Individu dan kumpulan kelompok telah mampu dan mengendalikan haluan negara.

Kebangkitan bangsa diartikan sebagai cara memperkaya dan memperkuat pasokan kedaulatan para penopang rezim berkuasa. Kemajuan bangsa ini hanya diarahkan untuk pasokan kesejahteraan untuk sebesar besarnya keuntungan mereka. Bayangkan kebangkitan bangsa hanya diarahkan sebagai kebijakan pemindahan ibunkofa baru, artinya tindakan hanya di duga hanya menguntungkan sepihak tidak ada keterwakilan isu kepentingan kebangsaan.

Selama 4 kali pemilu digelar paska reformasi,aktivitas demokrasi melalui legitimasi politik sudah dikondisikan dan diarahkannya untuk penguatan struktural di partai dan parlemen . Pemenang pemilu sudah terlebih dahulu diketahui sebelum pelaksananya. Partai berkuasa dikuasai oleh kartel politik dan mafia bisnis .

Kekuatan oliqarki membangun struktur politik telah berhasil MENENANGKAN kekuatan berbagai bidak kekuasan yakni eksekutif,yudikatif dan legislatif. .

Rasanya saat ini kita membicarakan kebangkita nasional seperti menabur garam di tengah lautan. Tidak akan banyak membawa perubahan pada kebijakan apapun. Kita tidak .jabatan apapun apapun untuk berfikir kritis dan konstruktif untuk negeri ini.

Rasanya sangat sayang jika hari ini 20 Mei 2021 harusnya kita mampu berikrar tentang kebangkitan diri dan negara untuk berbagai hal seperti:

  1. Bangkit dari keterpurukannya jiwa nasionalisme dan jiwa patriotisme . .maraknya ide kebebasan dan sekulerisme dalam berbangsa dan negara sebagai ancaman serius untuk kebangkitan nasionalisme.
  2. Bangkit dari kemerosotan kesadaran berbangsa dan bernegara. Warga negara harus selalu hadir dan memiliki NKRI.
  3. Bangkit dari penindasan ekonomi liberal,ketergantungan utang dan impor. Kemandirian Negar untuk berdikari, kemampuan membangun negara dengan kekuatan sendiri dan menggeser ketergantungan bantuan asing.
  4. Bangkit kesadaran berpolitik dan berdemokrasi ,terbebasnya kekuatan politik dari oliqarki . Pilar demokrasi adalah kedaulatan rakyat bukan kaum pemodal .
  5. Bangkit dari rasa rendah diri dan berbangsa dan negara di dunia internasional .mengubah cara pandang dalam tata hubungan internasional. Kedaulatan untuk menjalankan politik internasional dan rangka pencapaian kepentingan nasional.
  6. Bangkit dari penjajahan dan koloni budaya asing . penguatan kearifan lokal sebagai sumber karakter berbudaya nasional. Kedaulatan pokitik kuat negeri atas dasar meraih kepentingan nasional.
  7. Bangkit menuju keterbukaan skses kesejahteraan sosial dan ekonomi. Tidak adanya monopoli kesejahteraan ,kesetaraan lwngelolaan aset ekonomi dan perlindungan khusus untuk pelaku ekonomi mikro /UMKM
  8. Bangkit untuk memajukan SDM melalui pengembangan pendidikan dan riset yang unggul . Pendikann dengan anggaran tibghi harus menghasilkan SDM unggul
  9. Bangkit untuk menolak hoax dan pembunuhan karakter bangsa, dan upaya pencegahan radikalisme.
  10. Bangkit kebebasan berfikir dan berpendapat yang produktif untuk kemajuan bangsa dan negara.

Semoga tulisan ini mengobati rasa lelah dan rasa galau ,untuk selalu peduli akan kebangkitan nasional sebagai wujud kepedulian pada bangsa dan bernegara

Heru Subagia
Pemerhati Sosial dan Politik