970x250

Gubernur Banten Dipastikan Tidak Disuntik Vaksin Sinovac Buatan China

Erde7GjVcAAFKb3
Gubernur Banten Wahidin Halim (WH) (Foto: Dok. Pemprov Banten)

BANTEN- Gubernur Banten Wahidin Halim (WH) pastikan pelaksanaan vaksinasi Covid-19 siap dilaksanakan pada Kamis (14/1). Bahkan, ia  secara pribadi mengaku siap hadir pada proses vaksinasi yang akan diselenggarakan, Kamis (14/1).

Gubernur Banten Wahidin Halim juga memastikan dirinya tidak akan disuntik vaksin Covid-19 Sinovac buatan China lantaran terbentur dengan faktor usia.

Baca:

Tolak Vaksin, Pernyataan Lengkap Ribka Tjiptaning di Rapat Kerja Komisi IX DPR RI bersama Menkes Budi Gunadi Sadikin

Usai Tolak Divaksin, Ribka Tjiptaning: Sinovac Barang Rongsokan dari China

PDI Perjuangan Angkat Suara Terkait Sikap Politisi Ribka Tjiptaning Tolak Divaksin Covid-19

Ambyar, Roy Suryo: Kok ada Anggota DPR Fraksi PDIP ‘Menakuti’ Masyarakat dengan Bahaya Vaksin dan Fakta belum Uji Vaksin ke-3

Politikus PDIP Tolak Disuntik Vaksin Covid-19, dr Tirta: 9 Bulan Kemane Aje Bos?

Di Hadapan Menkes, Politikus PDIP Ribka Tjiptaning Tolak Disuntik Vaksin Covid-19

Walau begitu, Wahidin Halim akan menghadiri launching pelaksanaan vaksinasi pada Kamis (4/1) di Pendopo Bupati Kabupaten Tangerang.

Tidak disuntik vaksin Wahidin ini pun menjadi pertanyaan besar seiring masih adanya keraguan masyarakat pada vaksin Sinovac buatan China itu.

Terlebih, dia menerbitkan instruksi untuk para kepala daerah di Banten untuk menjadi gelobang yang pertama disuntik vaksin Covid-19 itu.

“Besok hadir (hari ini), harusnya orang pertama (divaksin), tapi ketentuannya tidak boleh vaksin Sinovac diatas usia 60 Tahun,” terang Wahidin Halim dikutip Kantor Berita RMOLBanten, Rabu (13/1).

Senada, Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Banten, Ati Pramudji Hastuti menambahkan, Gubernur Banten rencananya akan divaksin Covid-19 dari Pfizer karena Sinovac sendiri terkendala dengan faktor usia.

“Pfizer rencananya, Ini nunggu tahapan, belum ada vaksinnya” ujarnya.

Menurut Ati, kegiatan launching vaksinasi untuk pimpinan daerah akan di pusatkan di Pendopo Bupati Kabupaten Tanggerang.

Yang akan di suntik vaksin Covid-19 mulai dari Forum Komunikasi Pimpinan Kepala Daerah (Forkompinda) se-Banten.

“Kepala daerah bersama Forkompinda ditingkat Provinsi, ketua DPRD Provinsi, Kapolda Banten, terus Dandrem sama Kejati Banten,” katanya.

Pelaksanaan vaksinasi kata Ati, terdiri dari beberapa tahapan, pendaftaran, screening oleh dokter spesialis, dan vaksinasi.

“Terakhit pemantauan selama 30 menit apakah ada reaksi dengan didampingi tim Komdakipi untuk memantau jalanya apakah terjadi kejadian ikutan pasca imunisasi atau tidak,” ungkapnya

Setelah tahapan pertama vaksin selesai, dikatakan Ati, vaksinasi tahap kesatu, termin dua rencanaya akan dilaksanakan diakhir Januari 2021.

“Sudah bisa pelaksanaan di 6 Kabupaten/Kota lainnya awal Februari 2021,” terang Ati.

Disinggung alokasi vaksin tahap pertama masih tersisa ribuan di gudang Farmasi Banten, Ati menegaskan, dosis vaksin yang terisisa sebagai cadangan untuk tenaga medis yang tidak terdaftar di Kementerian Kesehatan (Kemenkes).

“Nah yang 2 ribu (dosis vaksin) itu sesuai arahan Kemenkes stock di Gudang Farmasi tujuannya Jika ada tenaga kesehatan yang belum terdaftar di Kemenkes itu dapat digunakan,” demikian Ati. (*)