Putra Sulung dan Menantu Jokowi, Media Asing Soroti Dinasti Politik di Pilkada 2020

Putra Sulung dan Menantu Jokowi, Media Asing Soroti Dinasti Politik di Pilkada 2020
Presiden Joko Widodo dan keluarga meluangkan waktu untuk jalan pagi di sekitar Istana Kepresidenan, Bogor, Jawa Barat, Sabtu (8/12). (Foto: Setpres RI)
0 Komentar

https://www.youtube.com/watch?v=v4NXlghY4EE

Kemudian, banyak dari mereka melihat keluarga mereka sendiri sebagai kandidat terbaik untuk mempertahankan warisan dan kepentingan politik mereka.

“Ini yang pertama dalam sejarah Indonesia di mana anak-anak dan mertua presiden yang aktif, anak-anak wakil presiden, bahkan anak menteri ikut serta langsung dalam pemilihan kepala daerah ketika orang tua atau kerabatnya masih menjabat,” ujarnya.

“Dinasti politik semakin terbukti sebagai indikator di mana ruang untuk bersaing, meski masih luas, tapi semakin menyempit,” imbuh sebagaimana yang dilansir dari Al Jazeera.

Baca Juga:Hitung Cepat Charta Politika, Gibran-Teguh Unggul 87,15 Persen di Pilkada SoloHasil Hitung Cepat Charta Politika, Bobby-Aulia Unggul 55,19 Persen di Pilkada Medan

Aisah Putri Budiatri, Peneliti Pusat Kajian Politik Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), mengatakan pemilu tahun ini menunjukkan “kegagalan parpol dalam merekrut calon kepala daerah berdasarkan kader internal partai”.

“Banyak dari kandidat berbasis kekerabatan ini bukanlah politisi berpengalaman di bidang pencalonan dan belum membangun jaringan yang mengakar, baik di dalam partai atau dengan komunitas di daerah pemilihan mereka,” katanya kepada Al Jazeera.

Melansir Inter Press Service pada Selasa (8/12/2020), sarjana komunikasi politik dari Universitas Esa Unggul, M. Jamiluddin Ritonga, berkata, “Prinsip meritokrasi dengan aspek kelayakan dan kompetensi merupakan syarat mutlak untuk mendukung kualitas seorang calon.”

Sementara, dosen Komisioner Politik dari Universitas Pelita Harapan, Emrus Sihombing menegaskan bahwa pengembangan kader partai itu penting.

“Beri waktu setidaknya 10 tahun sebelum kader partai menjadi calon eksekutif atau legislatif,” ujar Emrus. (*)

https://www.youtube.com/watch?v=v4NXlghY4EE

0 Komentar