SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA
BerandaPolitikSebut Pelaku ‘Kudeta’ Partai Demokrat, Andi Arief: Moeldoko

Sebut Pelaku ‘Kudeta’ Partai Demokrat, Andi Arief: Moeldoko

Mendadak Istana Bongkar Fakta Jenderal Top Pilihan Jokowi (Foto: Instagram/DR Moeldoko)
Mendadak Istana Bongkar Fakta Jenderal Top Pilihan Jokowi (Foto: Instagram/DR Moeldoko)

JAKARTA-Politisi Demokrat Andi Arief menyebut Moeldoko mau ambil alih kepemimpinan AHY atau Agus Harmurti Yudhoyono. Moeldoko disebut sebagai pelaku ‘kudeta’ Partai Demokrat.

Baca: Isu Kudeta Partai Demokrat, Moeldoko: Jangan Ganggu Pak Jokowi

Hal itu diumumkan Andi Arief dalam akun twitternya @Andiarief_, Senin (1/2/2021) malam.

“Banyak yang bertanya siapa orang dekat Pak Jokowi yang mau mengambil alih kepemimpinan AHY di Demokrat, jawaban saya KSP Moeldoko. Kenapa AHY berkirim surat ke Pak Jokowi, karena saat mempersiapkan pengambilalihan menyatakan dapat restu Pak Jokowi,” kata Andi Arief.

Baca Juga2 Pemain Persikabo Gabung Timnas Indonesia, Djanur: Mereka LayakCek Lagi, Ada Pencairan Dana BSU 2022 Tahap 2 Rp 600.000

Sebelumnya, Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono atau AHY nyatakan akan ada aksi ‘kudeta’ di Partai Demokrat. Kekuasaanya akan digulingkan oleh 5 orang.

Baca JugaMandul di awal Musim, Son Heung-min Langsung cetak Hat-trickErik Ten Hag kembali Berburu Pemain Ajax Amsterdam, Kini Giliran Siapa yang akan Gabung MU?

Dalam keterangan persnya, AHY menyebutkan sosok pelaku kudeta Partai Demokrat. Hal tersebut AHY sampaikan dalam konferensi pers yang digelar di Taman Politik, Wisma Proklamasi DPP Demokrat.

Pidato itu disiarkan secara Live melalui kanal Youtube miliknya Agus Yudhoyono, berjudul “Konferensi Pers Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono” pada Senin (1/2/2021) siang.

Politisi Demokrat Andi Arief menyebut Moeldoko mau ambil alih kepemimpinan AHY atau Agus Harmurti Yudhoyono.

Baca JugaAdam Levine Dituding Selingkuh dengan Model Seksi2 Pemain Persikabo Gabung Timnas Indonesia, Djanur: Mereka Layak

“Gabungan dari pelaku gerakan ini ada lima orang terdiri dari satu kader Demokrat aktif, satu kader yang sudah enam tahun tidak aktif, satu mantan kader yang sudah sembilan tahun diberhentikan dengan tidak hormat dari partai, karena menjalani hukuman akibat korupsi, dan satu mantan kader yang telah keluar dari partai tiga tahun yang lalu. Sedangkan yang non kader partai adalah seorang pejabat tinggi pemerintahan,” ungkap AHY. (*)

ADVERTISING
SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA

Rekomendasi untuk Anda

Berita Lainnya