Terima Makanan Siap Santap Donasi Pandemi Corona, Ini Penjelasan Pihak Pembagi Bantuan ‘Nasi Anjing’ di Warakas

Terima Makanan Siap Santap Donasi Pandemi Corona, Ini Penjelasan Pihak Pembagi Bantuan 'Nasi Anjing' di Warakas
Warga Tanjung Priok, Jakarta Utara menerima bantuan makanan siap santap yang berlogo kepala anjing disertai tulisan Nasi Anjing, Nasi Orang Kecil, Bersahabat dengan Nasi Kucing #Jakartatahanbanting.(Istimewa)
0 Komentar

JAKARTA-Warga Warakas, Tanjung Priok, Jakarta Utara dihebohkan dengan bantuan makanan siap santap yang diterima selama pandemi Covid-19. Alasannya, makan itu berlogo kepala anjing disertai tulisan ‘Nasi Anjing, Nasi Orang Kecil, Bersahabat dengan Nasi Kucing #Jakartatahanbanting’.

Pihak yang mengaku bertanggung jawab dalam pembagian bantuan makanan itu bernama Andi telah mengklarifikasi alasannya menggunakan nama ‘Nasi Anjing’. Dia menyebut, hal itu dilakukan lantaran anjing merupakan hewan yang setia dan porsi yang diberikan lebih banyak dibandingkan nasi kucing yang selama ini sudah banyak dikenal masyarakat.

https://www.instagram.com/p/B_cOgQtFS7P/?igshid=1kprze9d80hhw

Baca Juga:Viral ‘Nasi Anjing’ Bikin Resah Warga, Ini Kata Polda Metro JayaBupati Magetan: 16 Santri Ponpes Temboro Magetan Positif Terpapar Virus Corona

“Kenapa kita pakai nama nasi anjing? Satu, karena porsinya lebih besar dari nasi kucing. Yang kedua, karena anjing itu salah satu binatang yang setia,” kata Andi.

“Jadi kita perlu setia sama Allah yang di atas, setia sama negara, setia sama Pancasila, setia sama UUD 45, khususnya setia sama bangsa ini yang sama-sama kita lagi kesusahan. Jadi kita mau sama-sama saling bantu,” sambung dia.

Andi menegaskan, bahan-bahan yang ia gunakan untuk membuat makanan itu halal. Dia pun memastikan tidak menyediakan daging anjing sebagai lauk dalam nasi bungkus itu.

“Semua bahannya halal. Jadi isinya pasti bukan daging anjing. Isinya daging ayam, cumi asin, orek tempe teri, bakso orek, sama sosis orek,” ungkapnya.

https://beritaradar.com/2020/04/26/viral-nasi-anjing-bikin-resah-warga-ini-kata-polda-metro-jaya/

0 Komentar