Ungkap Rencana ISIS Bangun Basis di Asia Tenggara di Filpina Selatan, Gatot Nurmantyo: Sangat Dekat dengan Poso dan Tarakan

Gatot Nurmantyo
Gatot Nurmantyo
0 Komentar

JAKARTA-Terorisme adalah ancaman yang paling nyata dan membahayakan rakyat Indonesia. Sejumlah kasus terorisme yang terjadi menjadi alarm dan bukti, semua elemen masyarakat wajib waspada. Sebuah fakta diungkap oleh Jenderal TNI (Purn.) Gatot Nurmantyo, saat masih menjadi Panglima Tentara Nasional Indonesia (TNI) empat tahun silam.

Baca:

Lewat pantauan berita.radarcirebon.com, dalam sebuah video yang diunggah oleh akun Youtube resmi Universitas Padjadjaran (Unpad), 24 November 2016, Gatot memberikan sebuah pernyataan dalam kuliah umum. 

https://www.youtube.com/watch?v=fgNPSngxMNA

Salah satu ancaman yang sangat berbahaya bagi Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) adalah terorisme. Jebolan Akademi Militer (Akmil) 1982 ini menyatakan, Indonesia bisa jadi tempat berkumpulnya anggota teroris Negara Islam Irak dan Suriah atau yang lebih dikenal dengan ISIS.

Baca Juga:Hari Kelima, Total 141 kantong Jenazah Korban Sriwijaya Air SJ-182 DievakuasiKemenko Marves Kirim Kapal Riset ARA,Temukan Potongan Logam di Dasar Laut

Pernyataan Gatot bukan tanpa alasan. Dalam pandangannya, Indonesia memperlakukan terorisme hanya dengan Undang-Undang pidana terorisme. Padahal menurutnya, para anggota teroris harus dikenakan sanksi sesuai dengan Undang-Undang kejahatan terhadap negara.

Tak segan, Gatot pun membandingkannya dengan pemerintah Singapura, yang menganggap terorisme adalah sebuah tindak kejahatan terhadap negara. Oleh sebab itu, pemerintah Singapura bisa menangkap seseorang yang disinyalir punya rencana untuk melakukan aksi terorisme.

“Terorisme di Indonesia mendapatkan tempat yang indah dan aman. Karena di Indonesia, diterapkan pidana terorisme. Berbuat dulu baru diadakan penyelidikan dan penyidikan,” ucap Gatot.

“Di Singapura tidak bisa hidup tenang, baru punya rencana bisa ditangkep, ditahan, enggak peduli. Karena kejahatan terhadap negara, membahayakan negara Singapura. Di Indonesia, pidana terorisme. Harusnya, kejahatan terhadap negara,” katanya.

Yang lebih mencengangkan, Gatot mengungkap bahwa ISIS akan menjadikan wilayah Filipina bagian selatan sebagai basisnya di Asia Tenggara. Perlu diketahui, wilayah itu sangat dekat dengan sejumlah daerah di Indonesia.

Sayangnya menurut Gatot, banyak pihak yang menganggap hal tersebut hanyalah hisapan jempol. Meski demikian, Gatot menganggap wajar respons tersebut. Menurut Gatot, ancaman terorisme sudah semakin dekat, dan berharap pihak-pihak yang merumuskan Undang-Undang terorisme paham betul dengan karakter ancaman ini.

0 Komentar