5 Desember 1945, Misteri Hilangnya 5 Pesawat Pengebom Flight 19 di Segitiga Bermuda

5 Desember 1945, Misteri Hilangnya 5 Pesawat Pengebom Flight 19 di Segitiga Bermuda
Tangkapan Layar Film Dokumenter The Lost Squadron: a 75-year mystery in the Bermuda Triangle
0 Komentar

JAKARTA – 75 tahun yang lalu, tanggal 5 Desember 1945, enam pesawat militer Amerika Serikat hilang di suatu perairan yang dikenal sebagai kawasan Segitiga Bermuda.

https://twitter.com/13MikeGooding/status/1334988465835040772?s=20

Sebanyak 27 awak pesawat dan personel militer AS hingga kini tidak diketahui lagi. Saat itu pukul 14.00, lima pesawat pengebom torpedo US Avenger berangkat dari Pangkalan Udara Angkatan Laut Amerika Serikat (AS) Fort Lauderdale, Florida, untuk penerbangan pelatihan navigasi rutin. Letnan Charles C. Taylor bertindak sebagai pemimpin penerbangan. Taylor adalah seorang penerbang Angkatan Laut berpengalaman dengan sekitar 2.500 jam terbang dan beberapa tur tempur Perang Dunia II.

https://twitter.com/NavalInstitute/status/1334873653650071558?s=20

Mengutip Naval History and Heritage Command, Sabtu 5 Desember, kelima pesawat tersebut dijuluki Flight 19. Flight 19 akan melakukan ‘Masalah Navigasi No. 1’ yaitu terbang ke timur dari pantai Florida, melakukan pengeboman di suatu tempat yang mereka sebut ‘Hens and Chickens Shoals’ lalu berbelok ke utara dan melanjutkan penerbangan ke Pulau Grand Bahama. Cuaca diproyeksikan relatif normal, namun ada beberapa hujan lebat.

Baca Juga:Hasil Survei Kemenhub: 73 Persen Masyarakat Pilih Tidak Mudik Nataru 2021China Nyalakan ‘Matahari Buatan’ Suhu 150 Juta Derajat Celcius Lebih Panas dari Inti Matahari

Pada penerbangan pertama, semuanya berjalan sesuai rencana saat mereka menjatuhkan bom latihan tanpa insiden. Saat rombongan mulai berbelok ke utara untuk penerbangan kedua, masalah dimulai. Sekitar pukul 15.45, menara penerbangan Fort Lauderdale menerima pesan dari Taylor, yang dilaporkan terdengar bingung dan khawatir.

“Tidak bisa melihat daratan,” kata Taylor. “Sepertinya kita keluar jalur.”

“Di mana posisi Anda,” menara itu menjawab.

Kemudian beberapa saat hening. Personel menara mengintip ke luar pada hari yang cerah ke arah di mana pesawat seharusnya beroperasi, tetapi tidak ada tanda-tanda dari mereka muncul.

“Kami tidak bisa memastikan di mana kami berada,” pemimpin penerbangan mengumumkan. Ia kembali mengulangi perkataan: Tidak bisa melihat daratan.

https://www.youtube.com/watch?v=xfYSl3e50rQ

Kontak hilang selama sekitar 10 menit, tetapi ketika dilanjutkan, yang muncul bukan suara pemimpin penerbangan. “Kami tidak dapat menemukan arah barat. Semuanya salah. Kami tidak bisa memastikan arah mana pun. Semuanya terlihat aneh, bahkan lautan,” suara itu melaporkan. Ada penundaan lagi dan kemudian personel menara mengetahui dari transmisi bahwa pemimpin penerbangan telah menyerahkan perintahnya kepada pilot lain karena alasan yang tidak diketahui.

0 Komentar