Ada 3 Fenomena Astronomi di Tengah Pandemi Corona, Catat Tanggalnya

Ada 3 Fenomena Astronomi di Tengah Pandemi Corona, Catat Tanggalnya
0 Komentar

JAKARTA-Pusat Sains Antariksa Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN) menyebut akan ada tiga fenomena astronomi di bulan Mei 2020.

Fenomena astronomi ini dapat diamati dengan mata telanjang maupun menggunakan teleskop di tempat terbuka dan gelap.

Dalam akun Instagramnya, LAPAN mengimbau masyarkat untuk sabar menunggu kondisi langit yang cerah. Selain itu disarankan untuk mengamati dari wilayah yang belum terkena polusi cahaya.

Baca Juga:Ada Pemudik Sembunyi di Truk Towing51 Orang di Kawasan Tambang Freeport Positif Terpapar Virus Corona

https://www.instagram.com/p/B_mPfUnpj2h/?utm_source=ig_web_copy_link

Dikutip beritaradar.com dari Buletin Cuaca Antariksa Edisi 2 yang diterbitkan oleh Pusat Sains LAPAN, berikut ini fenomena astronomi di bulan Mei 2020:

1. Tanggal 6 Mei 2020: Hujan Meteor Eta Aquarids

Hujan meteor Eta Aquarids adalah hujan meteor dengan intensitas di atas rata-rata, yang mampu menghasilkan hingga 60 meteor per jam pada saat puncaknya. Sebagian besar aktivitas terlihat di belahan Bumi selatan.

Di Belahan Bumi utara, angka ini dapat mencapai sekitar 30 meteor per jam. Ini diproduksi oleh partikel debu yang ditinggalkan oleh komet Halley, yang telah dikenal dan diamati sejak zaman kuno.

Hujan meteor ini berlangsung setiap tahun dari 19 April hingga 28 Mei. Puncaknya akan terjadi pada malam 6 Mei dan pagi hari 7 Mei.

Bulan purnama akan mengganggu penglihatan ke meteor yang muncul kecuali meteor yang paling terang. Tetapi jika menunggu dengan sabar, maka bisa melihat beberapa yang cukup terang.

Tampilan terbaik akan berasal dari lokasi yang gelap setelah tengah malam. Radiant hujan meteor ini adalah konstelasi Aquarius, tetapi dapat muncul di mana saja di langit.

2. Tanggal 7 Mei 2020: Bulan Purnama Supermoon

Baca Juga:Undip Naikkan Uang Kuliah, #UndipKokJahatSih Trending TwitterDubes Indonesia untuk Arab Saudi Bantah Informasi Masjidil Haram dan Nabawi Kembali Dibuka

Bulan akan terletak di belakang Bumi bila dilihat dari Matahari dan wajahnya akan sepenuhnya diterangi cahaya Matahari. Fase ini terjadi pada pukul 17.45 WIB. Bulan purnama ini dikenal oleh suku-suku asli Amerika awal sebagai ‘Bulan Bunga Penuh’ karena ini adalah waktu tahun ketika bunga musim semi muncul dengan jumlah besar.

Bulan ini juga dikenal sebagai ‘Bulan Tanam Jagung Penuh’ dan ‘Bulan Susu’. Bulan ini menjadi yang terakhir dari empat supermoon di tahun 2020. Bulan akan berada pada posisi terdekatnya ke Bumi dan mungkin terlihat sedikit lebih besar dan lebih terang dari biasanya.

0 Komentar