Rekam Jejak Skandal Suap Industri Farmasi China, Bikin Dunia Ragu Soal Sinovac

Rekam Jejak Skandal Suap Industri Farmasi China, Bikin Dunia Ragu Soal Sinovac
SInovac (Reuters)
0 Komentar

JAKARTA-Menggunakan pesawat Boeing 777-300 ER, Garuda Indonesia, vaksin virus SARS-CoV-2 untuk wabah Covid-19, tiba dengan selamat di Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten, Minggu (6/12/2020) sekitar pukul 21.33 WIB.

https://twitter.com/beritaradar1/status/1339031000894984192?s=20

Presiden Joko Widodo (Jokowi) bilang Sinovac akan jadi harapan baru Indonesia. Semoga saja benar. Sebab di balik harapan itu pengembang vaksin asal China sejatinya mencatatkan skandal suap.

Skandal suap itu terjadi pada 2016, di mana Sinovac menyuap Badan Pengawas Obat dan Makanan China. Suap itu diketahui terkait izin pengembangan vaksin SARS pada 2003 dan flu babi pada 2009. Suap itu membuat dunia internasional meragukan vaksin Sinovac.

Baca Juga:LBH Jakarta Desak Pemerintah Berikan Vaksin Covid-19 yang Aman dan GratisBPOM Brasil Tuduh Tak Transparan Soal Penggunaan Darurat Vaksin Sinovac

Melansir Washington Post, Senin, 7 Desember, Sinovac telah mengakui kasus suap yang melibatkan pimpinannya, Yin Weidong. Dalam kesaksiannya pada 2016, Weidong tak dapat menolak permintaan sejumlah uang dari pejabat regulasi dan pada saat itu penyuapan terjadi.

Weidong yang merupakan pendiri sekaligus kepala eksekutif perusahaan juga mengaku memberi suap lebih dari 83 ribu dolar dari tahun 2002 hingga 2011 kepada seorang pejabat regulasi, Yin Hongzhang. Sebagai gantinya pejabat regulasi itu akan mengusahakan sertifikasi vaksin Sinovac untuk SARS, flu burung, dan flu babi.

Dalam kasus ini Hongzhang dijatuhi satu dekade penjara pada tahun 2017 karena menerima suap dari Sinovac dan tujuh perusahaan lainnya. Sedangkan, Weidong tak dikenakan biaya atau hukuman apapun. Weidong malah dapat terus mengawasi pengembangan vaksin COVID-19 dari Sinovac tahun ini.

Bagi Sinovac, kasus penyuapan seperti itu bukan hanya satu kali. Setidaknya, 20 pejabat pemerintah dan administrator rumah sakit di lima provinsi telah mengaku menerima suap dari karyawan Sinovac antara 2008 hingga 2016.

Pimpinan Sinovac menyuap untuk memperlancar regulasi perizinan. Perihal lain yang lebih ditakutkan, seperti skandal penyuapan keamanan vaksin tidak terbukti. Akan tetapi, beberapa ahli medis mulai meragukan vaksin buatan Sinovac dan menghimbau otoritas terkait segera melakukan pemeriksaan ekstra terhadap klaim vaksin buatan Sinovac. 

“Fakta bahwa perusahaan tersebut memiliki sejarah penyuapan menimbulkan keraguan panjang atas klaim data yang tidak dipublikasikan dan tidak ditinjau oleh rekan sejawat tentang vaksinnya,” kata Direktur divisi etika medis diUniversitas New York, Arthur Caplan.

0 Komentar