Ad 970x250

Jangan Berpikir Hanya untuk Muslim, Jokowi Bilang Bank Syariah Indonesia Juga Buat non-Muslim

B9ABF468 1250 4071 AB94 DE1B63B30CA2
Presiden Jokowi. (Foto: Lukas-Biro Setpres)

JAKARTA-Presiden Joko Widodo meminta Bank Syariah Indonesia berkontribusi besar terhadap pengembangan ekonomi syariah di Tanah Air.

Hal ini disampaikannya saat meresmikan BSI di Istana Negara, Jakarta, Senin (1/2).

“Saya menaruh harapan besar agar Bank Syariah Indonesia ini memberikan kontribusi besar dalam pengembangan ekonomi syariah yang menyejahterakan umat dan menyejahterakan seluruh rakyat Indonesia,” ujarnya.

Untuk mewujudkan harapan tersebut, Presiden Jokowi menyampaikan empat pesan pada bank hasil penggabungan tiga bank himbara syariah yaitu BRI Syariah, Mandiri Syariah, dan BNI Syariah.

Pertama, BSI harus menjadi bank syariah yang universal. Artinya harus terbuka, inklusif, dan menyambut baik siapapun yang ingin menjadi nasabah agar menjangkau lebih banyak masyarakat di Tanah Air.

“Jadi jangan berpikir Bank Syariah Indonesia ini hanya untuk umat muslim saja, yang nonmuslim pun juga harus diterima dan disambut baik menjadi nasabah Bank Syariah Indonesia. Semua yang mau bertransaksi atau berinvestasi secara syariah harus disambut sebaik-baiknya,” jelas Presiden Jokowi.

Kedua, BSI harus bisa memaksimalkan penggunaan teknologi digital. Digitalisasi ini wajib agar bisa menjangkau mereka yang selama ini belum terjangkau oleh layanan perbankan.

Selanjutnya, BSI harus menarik minat generasi muda milenial untuk menjadi nasabah, karena jumlah generasi muda milenial Indonesia saat ini mencapai 25,87 persen dari total 270 juta penduduk Indonesia.

“Yang keempat, produk dan layanan keuangan syariah dari BSI ini harus kompetitif, harus memenuhi kebutuhan berbagai segmen konsumen, mulai dari UMKM, korporasi, sampai ritel, dan mampu memfasilitasi nasabah agar cepat naik kelas dan menjadi tulang punggung ekonomi negara kita Indonesia,” ujar Presiden Jokowi.

Lebih jauh, Presiden Jokowi menekankan agar BSI mampu menjadi barometer perbankan syariah di Indonesia bahkan hingga tingkat global serta mampu menciptakan tren baru.

“Saya mengharapkan Bank Syariah Indonesia harus jeli dan gesit menangkap peluang, harus mampu menciptakan tren-tren baru dalam perbankan syariah dan bukan hanya mengikuti tren yang sudah ada,” katanya. (*)