970x250

Peneliti Corporate Occupation Ungkap 10 Perusahaan Multinasional Dukung Pembantaian Israel di Gaza

Kendaraan Ford yang dimodifikasi milik polisi Israel menghalangi para gembala Palestina untuk mengakses tanah mereka di dekat pemukiman Yahudi di Hebron. (Foto: Ta’ayush via MintPress)
Kendaraan Ford yang dimodifikasi milik polisi Israel menghalangi para gembala Palestina untuk mengakses tanah mereka di dekat pemukiman Yahudi di Hebron. (Foto: Ta’ayush via MintPress)

JAKARTA- Israel bergantung pada jaringan perusahaan multinasional (yang memasok segala sesuatu mulai dari senapan sniper hingga gas air mata) untuk melakukan pembantaian terhadap para pengunjuk rasa di Gaza. Perusahaan-perusahaan ini secara sadar mendukung kejahatan perang, dan terlibat dalam pembunuhan yang diatur oleh negara, menurut Tom Anderson, peneliti untuk Corporate Occupation. Berikut 10 perusahaan multinasional yang terungkap mendukung pembantaian Israel di Gaza.

Ketika tentara Israel menembaki para demonstran Palestina yang tak bersenjata selama protes Great March of Return, operasi mematikan mereka bergantung pada berbagai kontraktor dan pemasok, dan banyak dari mereka adalah perusahaan yang berbasis di luar Israel.

“Militer Israel bergantung pada jaringan perusahaan internasional, yang memasok segala sesuatu mulai dari senapan sniper hingga gas air mata, untuk melakukan pembantaian terhadap para demonstran di Gaza,” kata Tom Anderson, peneliti untuk Corporate Occupation, kepada MintPress News. “Perusahaan-perusahaan ini secara sadar mendukung kejahatan perang, dan terlibat dalam pembunuhan yang diatur negara.”

Sejak mobilisasi dimulai pada tanggal 30 Maret 2018 lalu, pasukan Israel telah membunuh 205 warga Palestina di Jalur Gaza, menurut laporan Kantor PBB untuk Koordinasi Urusan Kemanusiaan (OCHA) di Wilayah Pendudukan Palestina yang diduduki Israel, pada 4 Oktober 2018.