BEKASI – Wakil Ketua Komisi IX DPR RI Fraksi Gerindra, Putih Sari, menyoroti masih rendahnya kesadaran masyarakat terhadap pola makan sehat.
Hal itu disampaikan dalam kegiatan sosialisasi Program Makan Bergizi Gratis (MBG) bersama mitra kerja di Bekasi, Jawa Barat, Jumat (17/4).
Dalam pemaparannya, Putih Sari mengungkapkan bahwa kebiasaan makan “asal kenyang” masih kerap ditemukan di tengah masyarakat. Kondisi ini dinilai menjadi tantangan serius dalam upaya meningkatkan kualitas kesehatan nasional.
Baca Juga:HAB ke-80 Kemenag, Pj Sekda Cirebon Tegaskan Kerukunan Jadi Energi Utama Pembangunan DaerahPedagang Ikan Laut Diserbu Pembeli Untuk Pesta Tahun Baru
“Di banyak tempat, kita masih melihat masyarakat makan hanya untuk kenyang. Nasi yang banyak, tetapi lauk sangat sedikit, bahkan tanpa sayur dan buah. Padahal, tubuh membutuhkan gizi seimbang, bukan sekadar rasa kenyang,”ungkapnya.
Menurut Dia, persoalan tersebut juga menjadi perhatian Presiden Prabowo Subianto yang mendorong lahirnya Program Makan Bergizi Gratis sebagai solusi konkret bagi masyarakat.
“Program MBG dirancang untuk memastikan masyarakat, khususnya generasi muda, mendapatkan asupan nutrisi yang cukup dan seimbang,”ujarnya.
Dikatakan Putih Sari, fokus utama program ini menyasar anak-anak usia sekolah yang tengah berada dalam masa pertumbuhan krusial.
“Pada usia sekolah, pertumbuhan tubuh dan perkembangan otak berlangsung sangat pesat, sehingga membutuhkan asupan nutrisi yang tepat,”katanya.
Ia menegaskan, pemenuhan gizi sejak dini merupakan investasi jangka panjang untuk menciptakan generasi Indonesia yang sehat, kuat, dan cerdas.
“Jika sejak usia sekolah anak-anak mendapatkan gizi yang cukup, maka kita sedang membangun fondasi generasi Indonesia yang unggul di masa depan,”tegasnya.
Baca Juga:Tahun 2025, 21 Ribu Wisatawan Mancanegara Gunakan Kereta Api di Daop 3 Cirebon Pelaku Curanmor Beraksi di Masjid. Aksinya Terekam CCTV
Melalui program ini, lanjut Putih Sari, diharapkan tidak ada lagi anak-anak yang makan sekadar untuk menghilangkan lapar, melainkan benar-benar memperoleh makanan sehat dan bergizi.
“Kegiatan sosialisasi ini menjadi bagian dari upaya pemerintah dalam mendorong perubahan perilaku masyarakat menuju pola hidup sehat, sekaligus memperkuat komitmen peningkatan kualitas sumber daya manusia Indonesia,”pungkasnya. (eza)
.
